Aturan Perjalanan Berubah Lagi, Simak Ketentuannya

  • Bagikan

FAJAR,JAKARTA – Pemerintah menjadikan vaksinasi dosis ketiga atau booster menjadi syarat bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), mulai 17 Juli 2022. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2022.

“PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen,” bunyi SE tersebut, Jumat (8/7).

Bagi pelaku perjalanan yang baru mendapatkan dua dosis vaksin, wajib menunjukkan hasil negatif rapid tes antigen atau RT-PCR. Untuk pemeriksaan antigen, pelaku perjalanan harus memeriksa sampel dalam kurun waktu 1 X 24 jam sementara tes PCR 3 X 24 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu, pelaku perjalanan juga bisa mendapatkan vaksinasi dosis booster on-site saat keberangkatan. Baca Juga: Mudahkan Penumpang, Bandara AP II Buka Sentra Vaksinasi Booster

“PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 X 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan,” jelas penggalan SE Satgas Covid-19 nomor 21/2022.

Pelaku perjalanan yang belum divaksin karena kondisi alasan khusus atau penyakit komorbiditas, boleh melakukan perjalanan.

Syaratnya ialah wajib menunjukan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil 3 X24 jam sebelum keberangkatan.

PPDN yang belum divaksin juga harus melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Kemudian, PPDN berusia 6 sampai 17 tahun wajib menunjukan sertifikat vaksin dosis kedua dan tidak perlu melampirkan hasil pemeriksaan Covid-19.

  • Bagikan