Pembangunan Jembatan Baratan dan Nyelung Tuntas Sebelum Akhir 2024

  • Bagikan

Komitmen Bupati Perlancar Mobilitas Masyarakat di Hulu Sungai Kayan

FAJAR, TANJUNG SELOR– Keseriuasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk memperlancar transportasi masyarakat di Hulu Sungai Kayan menuju Tanjung Selor maupun sebaliknya. Terlihat dari pembangunan dua jembatan penghubung utama yaitu Jembatan Sungai Baratan dan Nyelung yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2024.

Hal ini disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani.,S.Pd.,M.Si saat meninjau langsung beberapa proyek fisik di 3 Kecamatan di Hulu Sungai Kayan, Rabu (31/1) lalu. Tampak Bupati bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ir.Khairul.,ST.,MT menggunakan motor trail.

“Insya Allah ketika tidak ada kendala, pembangunan Jembatan Baratan dan Nyelung selesai sebelum akhir 2024,”ungkap bupati.

Pembangunan Jembatan Baratan, Desa Seriang Kecamatan Tanjung Selor, yang mulai dikerjakan sejak 2023 dengan anggaran Rp 7 Miliar, kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan niai Rp 2,3 Miliar. Sehingga total anggaran yang disiapkan hingga konstruksi aspal termasuk oprit di kedua sisinya sekitar Rp 9,3 Miliar.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan secara bertahap, secara fungsional ketika tidak ada kendala Agustus 2024 sudah bisa dilewati,”terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Nyelung Desa Long Sam Kecamatan Tanjung Palas Barat yang tahun ini mulai dikerjakan kegiatan fisiknya.

“Saya harap awal tahun ini sudah terselesaikan administrasinya, mulai dari penyediaan hingga kontrak. Sehingga memiliki waktu cukup panjang untuk pengerjaan hingga tuntas seratus persen tahun ini,”tegasnya.

Pembangunan Jembatan Sungai Nyelung disiapkan anggaran Rp 15 Miliar, dengan struktur dasar abutment (substruktur yang berada di ujung bentang jembatan) dengan lantai Jembatan Bailey atau rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portable.

“Dari segi kontruksi tetap menggunakan abutment dengan kontruksi bentang jembatan Bailey yang dilaksanakan. Namun tetap bisa dilalui dengan aman oleh masyarakat yang melewati karena mampu menopang kendaraan lebih dari 10 ton,”terangnya.

Menurutnya meski konstruksi jembatan tidak bersifat permanen hal tersebut merupakan langkah cepat yang dilakukan Pemkab Bulungan sesuai kemampuan keuangan yang ada.

“Kita kerjakan sesuai kemampuan keuangan Pemda. Tentu nantinya juga dipikirkan pembangunan konstruksi beton baja. Namun paling tidak hari ini kita bisa cepat tindaklanjuti permasalahan yang sering dikeluhkan masyarakat,”jelasnya.
Bupati menambahkan, jika pembangunan jembatan permanen struktur rangka baja dengan kemampuan menopang beban hingga 20 ton membutuhkan anggaran sekitar Rp 32 Miliar.

Tapi secara fungsional dengan struktur bailey penggunaan jembatan sangat layak dilewati. Dengan lebar jembatan 7 meter, pilar dengan abutment termasuk dilengkapi dengan oprit sepanjang 50 meter di kedua sisi jembatan.

“Ketika nantinya ada cukup anggaran untuk melanjutkan ke konstruksi baja, struktur bailey jembatan ini bisa kita pindahkan ke tempat lain,”urainya.
Menurutnya, lagkah capat yang dilakukan adalah upaya agar memperlancar akses masyarakat di 3 kecamatan di Hulu Sungai Kayan.
“Saya yakin dan percaya pekerjaan pembangunan jembatan ini bisa selesai sesuai target yang ada,”pungkasnya (***)

  • Bagikan

Exit mobile version