Hidupkan Porang Sebagai Budi Daya Pertanian Menjanjikan di Perbatasan RI – Malaysia

  • Bagikan

Nunukan – Tanaman porang menjadi primadona baru pertanian dengan hasil yang menjanjikan di sejumlah daerah di Nusantara.

Harga tanaman jenis talas ini menghasilkan umbi yang multiguna, mulai dari tepung sampai bahan kosmetik.

Pangsa pasarnya juga cukup mudah, bahkan sejumlah perusahaan besar di Jawa bersedia mengajukan kerja sama penyediaan bibit sampai menjadi pembeli dari hasil budi daya porang.

Salah satu pengusaha Nunukan yang sedang menekuni budi daya porang adalah Dani Iskandar. Ia mencoba menciptakan bibit porang untuk Nunukan dan berupaya menarik minat para petani.

‘’Silahkan bagi yang memiliki lahan, kami siapkan bibitnya. Prospek porang di Nunukan sangat menjanjikan dan tidak perlu bingung kemana menjual hasilnya,’’ujarnya, Senin (14/03/2022).

Dani menegaskan, porang memiliki banyak keunggulan dan resiko kerugian yang tergolong kecil. Pembudi daya porang hanya layaknya pekebun biasa yang merawat tanaman dengan dua kali panen setahun.

Harga porang juga selalu naik diatas Rp 5000/Kg. saat ini, harga perkilonya berkisar Rp.10.0000. Belum lagi, katak porang juga memiliki harga mahal.

Dalam setiap tanaman porang, muncul sejumlah tunas porang di sela daun yang disebut katak mirip kentang mini. 

Katak bisa dipanen untuk bibit dan saat ini, harga perkilonya, antara Rp 200.000 bahkan lebih, tergantung kualitas.

‘’Saya mencoba menciptakan bibit untuk Nunukan. Kita memiliki prospek bagus untuk porang. Dari sisi bisnis, ini menjanjikan, dan kecil kemungkinan merugi,’’imbuhnya.

Dani berhitung, jika dalam satu pohon, terdapat umbi seberat 1 Kg, maka dalam 1 pohon sudah bisa menghasilkan Rp.10.000. padahal, umbi porang bisa tumbuh mencapai puluhan Kg.

  • Bagikan