500 Imam dan Marbot Masjid di Wilayah Perbatasan Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan
Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha (kemeja putih, bersama Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid menyerahkan kartu kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Bupati Nunukan, Jumat, 10 Juni.

FAJAR, NUNUKAN-Program perlindungan sosial tenaga kerja terus meluas ke berbagai kalangan masyarakat. Bahkan telah menyentuh imam hingga marbot masjid di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, yakni Kabupaten Nunukan.

Kasman akhirnya punya jaminan perlindungan sosial. Marbot Masjid Baitul Taqwa di Nunukan ini tak menyangka, bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, meski pekerjaannya bukan sebagai PNS, atau pegawai di perusahaan ternama.

Kasman kini punya jaminan tenaga kerja, baik jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, hingga beasiswa yang membuatnya tak risau lagi ketika ada bencana atau insiden yang menimpanya.

“Alhamdulillah tentu kami sangat bersyukur. Meski hanya sebagai marbot kami bisa mendapat perlindungan dari pemerintah. Apalagi semua telah dibiayai negara, sehingga kami yang tergolong penghasilannya secara sukarela tak perlu terbebani,” ungkapnya.

Di Nunukan, sudah ada 500 imam dan marbot yang mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan. Ini terlaksana atas kerja sama Pemkab, Baznas, dan BPJS Ketenagakeraan (BP Jamsostek). 

Wakil Ketua 3 Baznas Nunukan, Ambo Tuwo mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan, bantuan iuran bulanan. Tahap awal, yakni untuk 500 imam dan marbot masjid, yang tersentuh bantuan ini.  

Kata dia, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Ke depan kami juga akan memberikan bantuan untuk guru mengaji serta yang lain secara bertahap,” ungkapnya saat Lauching Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pemuka Agama di kantor bupati Nunukan, Jumat, 10 Juni.  

  • Bagikan