Pandemi COVID-19 Jadi Kesempatan Benahi Manajemen Data Penyandang Disabilitas

  • Bagikan

FAJAR, MAKASSAR – Kelengkapan dan keselarasan data personal warga Sulawesi Selatan yang menyandang disabilitas menjadi kebutuhan prioritas, menyusul upaya untuk meningkatkan dan memperluas cakupan vaksinasi COVID-19.

Akselerasi vaksinasi COVID-19 di semua kalangan, termasuk terhadap kelompok rentan, tidak dapat ditunda lagi agar Indonesia bisa segera lepas dari situasi pandemi. Hal ini dibahas secara khusus dalam Lokakarya Manajemen Data dan Persiapan Penyelenggaraan Gebyar Pekan Vaksinasi Inklusif di Sulawesi Selatan, yang melibatkan berbagai kelompok pemangku kepentingan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Bone.

Kegiatan ini secara khusus didukung oleh Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (Australia Indonesia Health Security Partnership/AIHSP).

“Ada kebutuhan yang semakin mendesak untuk melengkapi data penyandang disabilitas, merespon arahan Presiden Republik Indonesia untuk mengoptimalkan vaksinasi COVID-19 di kalangan rentan termasuk penyandang disabilitas yang telah dimulai sejak tahun lalu”, jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang.

Koordinator AIHSP Provinsi Sulawesi Selatan, Agung P.J Wahyuda menambahkan data Kementerian Sosial tahun 2022 mengungkapkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 16,5 juta jiwa dengan proporsi 7,6 juta laki-laki dan 8,9 juta perempuan. Hingga saat ini, tidak tersedia data akurat jumlah penyandang disabilitas di Sulawesi Selatan – termasuk yang telah atau belum menerima vaksinasi. Komitmen untuk memprioritaskan penyuntikan vaksin bagi penyandang disabilitas perlu diikuti dengan penyelenggaraan vaksinasi yang inklusif dan proaktif.

  • Bagikan