Tak Hanya Skala Nasional, Tulak Bala di KTT Berhasil Pecahkan Rekor Dunia

  • Bagikan

FAJAR, TANA TIDUNG – Tradisi Budaya Tulak Bala di Kabupaten Tana Tidung (KTT) sudah menjadi agenda tahunan pemerintah dan masyarakat setempat. Puncaknya digelar di Pelabuhan Keramat Sedulun, Rabu, 21 September. 

Momen ini sekaligus memberi pencapaian prestasi bagi daerah termuda di Kaltara tersebut. Tulak Bala KTT mencatatkan rekor dunia, dengan menghadirkan ketupat terbanyak. 

Costumer Relation Manager MURI, Lutvi S Pradana mengatakan, bukan hanya memecahkan rekor MURI, tetapi kegiatan budaya ini memecahkan rekor dunia. KTT, kata dia, telah mencatatkan warisan budayanya dalam sejarah pencapaian rekor skala internasional. 

Dia mengatakan awalnya Pemkab KTT mengajukan pemecahan rekor ketupat terbanyak dengan total 65 ribu ketupat. Namun setelah dihitung, ternyata jumlahnga melebihi apa yang diusulkan. 

“Kami mulai menghitung secara manual mulai pukul 05.00 Wita. Ternyata jumlahnya melebihi, totalnya mencapai 67.693 ketupat,” ungkapnya saat ditemui di Pelabuhan Keramat Sedulun, Rabu, 21 September. 

Kata dia, jumlah yang dihadirkan pada acara Tulak Bala kali ini memecahkan rekor MURI. Dimana sebelumnya rekor tersebut telah dipecahkan di Gorontalo dengan total 51 ribu ketupat. 

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan substansi diadakannya budaya adat tulak bala ini, untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha. Prosesinya mulai dari pembuatan imbiuku (ketupat) yang telah memecahkan rekor dengan jumlah terbanyak.  

Kemudian ada proses mandi Safar dan timbang bayi bagi yang lahir di bulan Safar. “Ini dilakukan agar terhindar dari bala bencana. Maka sudah sepantasnya kita memohon ampunan dan bermunajat serta berdoa hanya kepada Allah SWT agar bala tidak menghampiri kita,” pesan Ibrahim Ali.

  • Bagikan