Tilang Manual Bakal Kembali Diberlakukan, Polri Lakukan Evaluasi 

  • Bagikan

FAJAR, JAKARTA—   Korlantas Polri tengah mengkaji dan mengevaluasi kebijakan larangan tilang manual. Ada dua kemungkinan dari hasil evaluasi itu, yakni mengkombinasikan tilang manual dengan ETLE atau tetap tilang elektronik menggunakan ETLE secara penuh.

Namun, melihat roman-roman banyaknya fenomena mengakali ETLE, tilang manual akan kembali diberlakukan. Yang paling ngetrend cara mengakali ETLE ini dengan mencopot nomor plat di bagian belakang kendaraan. Tujuannya agar tidak ditekahui identitasnya dan tidak bisa ditilang secara elektronik.

Kakorlantas Polri Irjen Forman Santyabudi menjelaskan, larangan tilang manual ini memang sedang dikaji, terutama melihat adanya fenomena dampak dari kebijakan itu. Kesadaran malah tidak tumbuh di masyarakat. ”Malah melakukan trik untuk mengakali tilang elektronik,” urainya. 

Yang paling kentara memang pengendara yang mencopot nomor pelat belakang. “Semua sudah mengetahuilah, tujuannya biar terhindar dari tilang elektronik. Biar bisa terus melanggar lalu lintas tanpa kena sanksi,” paparnya.

Namun, Kakorlantas belum memastikan kapan tilang manual akan kembali berlaku bersamaan dengan tilang elektronik melalui ETLE. ”Masih proses semua, kami kaji setelah operasi lilin selesai,” terangnya ditemui dalam rilis berakhirnya Operasi Lilin 2022.

Lalu, apakah polisi diam dengan fenomena ketidakpatuhan itu? Dia mengatakan sama sekali tidak diam. Bahkan, saat ini sedang mengembangkan plat nomor yang memiliki sensor dan chip. Dengan begitu, kalau nomor plat itu tidak muncul identitasnya, sudah pasti pelanggar. ”Tidak ada pembiaran,” tegasnya.

  • Bagikan