Ini Alasan Pemkab Tana Tidung Tarik ASN yang Diperbantukan di Bawaslu

  • Bagikan

FAJAR, TANA TIDUNG – Pemkab Tana Tidung menarik aparatur sipil negara (ASN) yang diperbantukan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tana Tidung.

Hal itu disampaikan langsung Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali kepada anggota Bawaslu yang hadir pada acara pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Pendopo Djaparudin, Tideng Pale, Rabu, 4 Januari.  

“Semua staf saya kami akan tarik dulu, semua staf staf kami yang status PNS yang ada di Bawaslu ditarik dulu semua karena belum ada regulasinya yang mengatur,” kata Bupati.

Sebelumnya, kata orang nomor satu di Tana Tidung, PNS yang diperbantukan di Bawaslu diberikan pilihan menjadi pegawai organik Bawaslu Tana Tidung (Pusat) atau pegawai Pemkab Tana Tidung.

“Tenyata setelah kita berikan pilihan, Semua memilih menjadi ASN Pemkab Tana Tidung, tidak ada yang ingin jadi organik di Bawaslu,” ungkap Bupati.

Namun, Bupati masih memberikan peluang kembali kepada Bawaslu untuk dapat menggunakan jasa ASN Pemkab Tana Tidung.

“Coba bersurat kembali jika membutuhkan pegawai Pemkab Tana Tidung, nanti kita atur ulang sesuai regulasi,” kata Bupati.

Ada lima ASN Pemkab Tana Tidung yang diperbantukan di Bawaslu Tana Tidung. Satu menjabat sebagai sekretaris dan empat staf.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tana Tidung, Arman Jauhari menjelaskan, penempatan ASN di Bawaslu berdasarkan pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Setelah pertimbangan teknis keluar, apakah disetujui atau tidak. Kalau disetujui mereka (ASN Pemkab Tana Tidung) akan diperbantukan selama 3 tahun,” beber Arman.

  • Bagikan