Politisi PDIP Ini Buka-bukaan Soal Penyebab Kanopi Pasar Buah Ambruk

  • Bagikan

FAJAR, TANJUNG SELOR — Ambruknya kanopi Pasar Buah Tanjung Selor, masih menjadi perdebatan. Pihak kontraktor pun tak ingin disalahkan atas insiden ini.

Diketahui proyek pembangunan Pasar Buah dilakukan pada 2021 lalu melalui DAK. Dengan anggaran Rp5,3 miliar proyek ini dikerjakan oleh CV Kaltara Prima. Sementara konsultan pengawasnya adalah CV Nusaniwe Cabang Kaltara.

Kala itu, Markus Juk menjadi penanggung jawab proyek tersebut. Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini pun buka-bukaan terkait penyebab kerusakan kanopi Pasar Buah.

Kepada FAJAR, dia mengatakan jika kerusakan itu memang udah diprediksinya sejak lama. Pasalnya konstruksi penahan atap kanopi hanya berupa baja ringan saja. Ini menyebabkan atap lebih berat ketimbang penyangganya.

Sebelum melakukan pemasangan kanopi, dia juga telah berkonsultasi dengan konsultan pengawas terkait hal ini. Bahkan dirinya merencana membangun penyangga beton agar konstruksi kanopi tak mudah ambruk.

“Tetapi kata pengawas itu tak boleh. Gambar dari konsultan perencana harus sesuai dengan yang ada di lapangan. Tidak boleh kita merubah gambar. Saya memang sudah bilang kalau seperti ini pasti akan mudah rusak, atapnya lebih berat dari penyangganya,” bebernya kepada FAJAR, Kamis, 23 Februari.

Untuk itu, kata dia, pihak kontraktor dipastikan tak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Apalagi pihaknya hanya mengikuti gambar dari konsultan perencana. Jika melanggar atau mengubah gambar, kata dia, juga akan menimbulkan masalah.

“Konsultan perencana yang harus bertanggung jawab. Kita sudah berkeyakinan itu tidak kuat. Buktinya setelah diterpa angin kencang langsung roboh. Kalau mau minta pertanggung jawaban bukan ke kontraktor. Masa pemeliharaan juga telah selesai dan telah diambil alih pemda,” tegasnya.

Sebelumnya kanopi gedung pasar buah, di lingkungan Pasar Induk Tanjung Selor ambruk, Senin, 20 Februari. Padahal bangunan tersebut baru akan difungsikan Maret ini.

Kepala UPT Pasar, M Gazali memantau langsung kerusakan tersebut, Senin, 20 Februari. Tampak, 80 persen dari kanopi yang hampir mengelilingi bangunan itu ambruk. Diapun tak tahun pasti apa penyebab kerusakan tersebut, namun dugaan sementara karena cuaca buruk.

“Kan pukul 04.00 pagi tadi, cuaca agak ekstrem. Pagi hari saya langsung diperintahkan oleh pak bupati, untuk melihat langsung. Secara teknis saya belum bisa jelaskan, apakah ini karena cuaca ekstrem atau seperti apa,” ungkapnya. (*)

  • Bagikan