Kemenkominfo Gelar Webinar Flexing di Media Sosial, Memotivasi atau Menipu?

  • Bagikan

FAJAR, BENGKAYANG — Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital secara luring pada

Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa, 16 Mei 2023. Webinar ini mengangkat topik “Flexing di Media sosial, Memotivasi atau Menipu?” Workshop ini sebagai bentuk peran aktif Kemenkominfo dalam menghentikan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta internet.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo dan Kata data Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00. 

Dalam merespon hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan “Workshop Literasi Digital” dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Menghadirkan 3 Narasumber yang berkompeten di bidangnya, pada materi pertama di sampaikan oleh Graphologist, Trainer, Enterpreneur, Diana Aletheia yang membahas tentang Budaya Digital.

“Namanya flexing itu sebenarnya bukan barang baru bukan kayak baru kenal sekarang aja di sosial media ternyata dari tahun 1899 ada Bapak Thorstein Veblen ini dia tulis dalam bukunya dia bilang “Seiring waktu evolusi telah mengubah cara seseorang memandang orang lain, di mana orang-orang yang diterima secara sosial adalah orang yang tampil menarik, kaya dan populer” beberny. 

Pada kesempatan yang sama, Narasumber yang kedua yaitu Dosen & Content Creator, Andi Asy’hary J. Arsyad, S.I.Kom., M.I.Kom yang menyampaikan tentang Cakap Digital. 

Menurutnya kecakapan digital adalah Sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilaksanakan secara aman. Tidak hanya untuk mengamankan data yang kita miliki melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.

“Stop membuat ruang digital sebagai tempat pamer kekayaan ya, semangat. Kedua, percaya bahwa media sosial tidak selalu memberikan kebe”naran, kita mungkin lihat orang pamer harta, pamer handphone, pamer mobil, tapi apakah itu benar apakah itu mobilnya dia betul siapa tahu itu ternyata mobil beliau sopir, dia ternyata supir maka Peserta Didik Peserta Didik SMP & SMA Se- Kec. Samalantan, Kec. Sungai Betung, Bengkayang, Kec. Teriak,” dia mengimbuh. 

“Banyak mobilnya ya. Atau mungkin dia pamer uang banyak tapi ternyata itu bukan uangnya dia, ternyata itu uang kas, biasa itu ada di sekolah uang kas di pamer-pamer dikira uangnya padahal uang kas sekolah. Kemudian yang terakhir adalah percaya diri, kurangi membanding-bandingkan, kita adalah orang yang berharga diri kita sendiri Ini adalah yang paling berharga ya.” tambahnya.  

Kemudian di tutup dengan pemaparan materi dari narasumber terakhir dari Praktisi Komunikasi Digital, Reiza Praselanova, M.I.Kom yang membahas tentang Etika Digital. 

“Kesimpulannya adalah kita harus beretika di ruang digital walaupun itu barang kamu dapatkan memang hasil kerja kerasmu sendiri memang kamu beli sendiri, kamu enggak nipu-nipu, memang kamu mampu membeli barang itu tetapi ketika kamu pengen posting memang kamu mampu keluar negeri ketika kamu pengen posting alasan berbagi kebahagiaan menunjukkan bahwa kamu sedang mendapatkan pencapaian tapi kamu tetap harus mikir dan kamu harus empati perasaan masyarakat Indonesia yang tidak seberuntung kamu dan kamu harus cerdas membungkusnya sehingga memotivasi tanpa tampak pamer. Peka rasa dengan kondisi sesama tidak semua beruntung hidupnya kita beretika karena kita manusia yang punya rasa.” bebernya.  

Kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024. Adapun Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id

  • Bagikan